Eksplorasi Fitoplankton di Danau Towuti, Luwu Timur

By Celebica - November 19, 2019

Proses pengambilan sampel air dan fitoplankton menggunakan Van Dorn Water Sample dan Plankton Net

Eksplorasi ini dilakukan di danau Towuti, yang menyimpan informasi aktivitas tektonik jutaan tahun yang lalu pada masa pleosen. Danau Towuti terletak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Berdasarkan karakteristik endapannya, danau ini terbentuk sekitar 1 – 4 juta tahun yang lalu. Hal inilah yang menyebabkan danau towuti masuk ke dalam salah satu danau purba di didunia, bahkan menjadi yang tertua di Indonesia. Tujuan eksplorasi ini untuk menidentifikasi jenis-jenis fitoplankton dan  faktor lingkungan yang ada di danau towuti.

Fitoplankton merupakan organisme yang memiliki peran utama sebagai produsen primer di perairan Melalui kemampuan fotosintesis sebagai tumbuhan hijau, fitoplankton sebagai organisme trofik dapat mengontrol laju produktivitas primer di perairan. Perubahan kondisi lingkungan perairan yang terjadi di Danau Towuti dapat diamati melalui aktivitas organisme perairan yang hidup di danau tersebut. Salah satu organisme perairan yang dapat merespon perubahan di lingkungan perairan adalah fitoplankton. Peranan ekologi fitoplankton dalam stuktur trofik perairan sangat penting untuk mendukung kehidupan biota lain di perairan tersebut.

Eksplorasi pada danau towuti dilakukan di 5 titik / stasiun. Stasiun I (2039’32”S 121025’37”E) merupakan daerah yang dekat dengan pelabuhan dan aktivitas manusia. Stasiun II (2048’59”S 121027’52”E) merupakan daerah yang berada di dekat muara suangai Larona. Stasiun III (2046’09”S 121030’40”E) merupakan area yang berdekatan dengan pulau-pulau yang terbentuk di danau towuti. Stasiun IV (2040’22”S 121031’59”E) merupakan arena yang dekat dengan sungai Tominanga. Stasiun V (2042’48”S 121031’36”E) merupakan area yang terletak di tengah-tengah danau Towuti.

Scope dalam eksplorasi ini adalah identifikasi spesies fitoplankton, kelimpahan spesies, pengukuran biomassa (klorofil a), produktivitas primer, komponen fisika dan nutrient di dalam perairan. Identifikasi spesies fitoplankton mengacu pada buku The marine and Freshwater Plankton dari Davis 1955. Perhitungan kelimpahan fitoplankton menggunakan metode sensus penyapuan seedwick Rafter Cell (SRC). Data kelimpahan spesies ini sangat penting untuk melihat pengaruh lingkungan terhadap dominansi spesies tertentu.

Salah satu jenis fitoplankton yang ditemukan (Spyrogyra sp)


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar